2 Jalur CDI Smash : Penjelasan Lengkap dan Cara Memperbaikinya

Jalur CDI smash masih dibutuhkan dan dicari oleh sebagian orang, meskipun peredaran motornya saat ini sudah semakin langka atau jarang digunakan.

Smash merupakan sepeda motor yang diproduksi oleh PT. Suzuki Indomobil Sales (Suzuki). Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2002, Suzuki Smash mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat Indonesia. Tampilan yang keren dan harga yang terjangkau, membuat Suzuki Smash sangat disukai oleh banyak orang.

Jalur CDI Smash

Capacitor Discharge Ignition atau sering disebut sebagai CDI, adalah komponen penting pada sistem pengapian sepeda motor. Termasuk di motor Suzuki Smash.

Maka tak heran banyak orang yang mencari informasi tentang jalur CDI Smash. Baik untuk keperluan service CDI, atau sekadar untuk menambah wawasan.

Seperti yang kita ketahui, soket CDI pada sepeda motor memiliki kabel dengan warna yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penyambungan, agar tidak terjadi korsleting. Mengingat setiap kabel memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Dan berikut adalah Jalur CDI Suzuki Smash :

1. Jalur CDI Smash 110 R (versi Lama) 

  • Koil (kabel warna putih dengan garis biru)
  • Pulser Motor (kabel warna hitam dengan garis putih)
  • Aki 12 volt (kabel warna orange)
  • Massa (kabel warna hijau dengan garis putih)
  • Massa negative (kabel warna hitam)

2. Jalur CDI Smash 110 R (versi Baru)

  • Koil (kabel warna putih dengan garis biru)
  • Massa (kabel warna hijau dengan garis putih)
  • Pulser motor (kabel warna hitam dengan garis putih)
  • Aki 12 volt (kabel warna orange)
  • Massa negative (kabel warna hitam)

Cara Memperbaiki CDI Smash

Sama seperti komponen lain, CDI pada Suzuki Smash juga bisa mengalami kerusakan. Jika CDI menunjukan tanda-tanda kerusakan, ada beberapa hal yang bisa Anda lalukan. Berikut di antaranya :

1. Siapkan Voltmeter. Alat ini berfungsi untuk mengukur tegangan yang ada pada CDI.

2. Hubungkan kabel warna merah pada voltmeter dengan kabel CDI yang menuju ke koil.

3. Hubungan kabel warna hitam pada voltmeter dengan kabel ground pada CDI.

4. Selanjutnya, coba hidupkan motor (baik dengan electric starter atau kick starter).

5. Perhatikan voltmeter-nya. Jika jarum di voltmeter menunjukan tegangan lebih dari 200 volt, maka kemungkinan besar CDI masih dalam kondisi baik. Tetapi jika angkanya kurang dari itu atau bahkan tidak bergerak sama sekali, maka bisa dipastikan CDI bermasalah dan harus segera diperbaiki.

Mungkin itu saja informasi mengenai Jalur CDI Smash kali ini. Semoga bermanfaat. Jika membutuhkan penjelasan terkait jalur kiprok supra, kami sudah menuliskan sebelumnya. Silakan cek di sini jalur kiprok supra.

You might also like